Pengguna Ad Blocker Makin Susah Nonton Video di YouTube

Pengguna "Ad Blocker" Makin Susah Nonton Video di YouTubePengguna "Ad Blocker" Makin Susah Nonton Video di YouTube

KOMPAS.com – Sejumlah pengguna YouTube mengeluhkan kesulitan menonton video di platform berbagi video YouTube. Mereka melaporkan bahwa vidio yang mereka tonton langsung dilewati hingga selesai.

Usut punya usut, keluhan ini rupanya muncul dari mereka yang menggunakan ad blocker atau software pemblokir iklan di perangkatnya.

Masalah ini dilaporkan oleh pengguna forum Reddit dengan nama @SDHD4K. Dalam postingannya, ia menunjukkan bahwa video yang diputar akan selalu skip hingga akhir jika ia menggunakan pemblokir iklan.

Pemblokir iklan ini biasanya dipasang di browser atau ponsel menggunakan layanan pihak ketiga untuk menghindari tampilan iklan.

Saat Anda melompati secara manual ke detik tertentu, YouTube akan langsung melompati video tersebut hingga akhir. Artinya pengguna tidak bisa menonton video YouTube sama sekali.

Cara YouTube Melawan Pemblokiran Video Iklan

Pengguna menyebut dua masalah di atas sebagai cara terbaru YouTube untuk memerangi pemblokir iklan. YouTube juga setuju.

Ini bukan pertama kalinya YouTube berupaya memerangi pemblokiran iklan. Pada Oktober 2023, YouTube bahkan memblokir jika pengguna terdeteksi menggunakan pemblokir iklan di perangkatnya.

Pengguna yang terdeteksi menggunakan pemblokir iklan akan melihat jendela video notifikasi berwarna hitam yang bertuliskan “Pemblokir iklan melanggar persyaratan layanan YouTube”.

Kini pada Mei 2024, video yang dibuka akan dilewati hingga akhir kecuali pengguna menonaktifkan pemblokir iklan. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, YouTube mengklaim bahwa masalah ini tidak terkait dengan upayanya memerangi pemblokir iklan.

Sekadar informasi, beriklan di YouTube dinilai penting karena menghasilkan uang senilai 8,09 miliar dollar AS atau setara Rp. 130,5 triliun, untuk induk Google, Alphabet, pada kuartal I 2024.

Pendapatan iklan YouTube pada Januari hingga Maret 2024 tidak hanya meningkat 21 persen year-over-year (YoY), tetapi juga menyumbang sekitar 10 persen terhadap total pendapatan Alphabet selama tiga bulan pertama tahun 2024.

Baca Juga : Elon Musk Membangun Superkomputer Baru untuk AI Grok

Related Post

error: Content is protected !!